Breaking News
recent

Kisah Nyata Dan Aneh, Saat Buah Mangga Dianggap Suci dan Dipuja


Beijing - Suatu hari pada tahun 1968, di tengah Revolusi Kebudayaan, 3.000 buruh dikerahkan ke Qinghua University di Beijing. Kaum pekerja tak membawa apapun, kecuali Buku Merah Mao Zedong --  The Little Red Book, yang berisi kutipan naskah-naskah pidato sang pemimpin.

Sesampainya di sana, para buruh menjadi target serangan balik. Mahasiswa menyerang mereka dengan tombak dan cairan kimia berbahaya. Akibatnya 5 orang tewas, lebih dari 70 lainnya luka-luka. Namun, pada akhirnya kemenangan ada pada pihak penyerang.

Sebagai ucapan terima kasih, Ketua Mao memberikan penghargaan pada para pekerja. Imbalan itu berupa 40 buang mangga -- yang sebelumnya dihadiahkan Menteri Luar Negeri Pakistan untuk sang pemimpin Tiongkok.

Kala itu, di bagian utara China, belum banyak orang tahu soal mangga. Buah kekuningan -- yang warnanya dianggap menyerupai emas -- tersebut menerbitkan rasa kagum sekaligus penasaran.

"Jadi, para buruh terjaga semalaman memandanginya, menghirup aromanya, mengelusnya, bertanya-tanya apa gerangan buah ajaib itu," kata sejarawan Freda Murck, seperti dikutip dari BBC, Jumat (12/2/2016).

Mereka merasa terhormat mendapat hadiah dari sang pemimpin yang dipuja. "Sebagian orang di Beijing mengatakan pada saya, mereka menganggap Mao akhirnya turun tangan untuk mengatasi kekerasan dan kekacauan. Mangga menjadi simbol berakhirnya Revolusi Kebudayaan," tambah Murck.

Zhang Kui, salah satu pekerja yang menduduki Qinghua mengatakan, kedatangan mangga ke tempat kerjanya memicu debat sengit.

"Perwakilan militer datang ke pabrik kami, dua tangannya yang terangkat masing-masing membawa sebuah mangga. Kami mendiskusikan apa yang harus dilakukan terhadap buah itu, apakah memotongnya untuk dibagikan dan dimakan atau mengawetkannya," kata dia.

Akhirnya, opsi kedua yang dipilih. Mangga tersebut dibawa ke sebuah rumah sakit untuk diawetkan dengan formalin. Dijadikan spesimen.

Kemudian, mereka membuat mangga tiruan dari lilin wax yang kemudian ditaruh dalam wadah kaca untuk dibagikan pada para pekerja.

Lantas, dikemanakan buah aslinya?

"Buah yang asli dibawa perwakilan pekerja dalam sebuah prosesi diiringi tabuhan drum. Orang-orang mengular di sepanjang jalan, dari pabrik menuju bandara," kata Wang Xiaoping, pekerja Beijing No 1 Machine Tool Plant.

Para pekerja sampai-sampai mencarter pesawat untuk membawa mangga sebutir itu ke pabrik mereka lainnya di Shanghai.
Unknown

Unknown

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.